Jumatulis #2 Air Ketuban – Manfaat Air Ketuban

Bahkan sejak anak manusia masih berada dalam rahim ibunya, mekanisme yang sedemikian rapinya terjadi. Bagaimana lalu lintas zat antara ibu dan kandungannya terjaga, berjalan teratur. Dalam rahim, tersedia cairan ajaib yang akan melindungi dan merawat bayi sekaligus: air ketuban.

janin bayi

Sebagaimana Tuhan menciptakan dan kita menamainya rahim, Tuhan pun menyediakan air ketuban untuk Baca lebih lanjut

Jumatulis #4 Sofa – Bersandar Kenangan

“Jika memang cinta seindah semestinya, mengapa harus ada duka?”

“Jika cinta berubah  menjadi duka, mengapa tak bisa lepas?”

Pria itu hanya duduk merenung. Pertanyaan  mencengkeram  kepalanya, terngiang berputar tak mau pergi.

“Harus kujawab dengan apa?” pikirnya bertanya

“Hatiku telah hancur sekedar untuk merasainya.”

Diseka air matanya yang berlinang, malu sebenarnya untuk mengakui. Bahwa laki-laki harus menangis karena cinta. Kembali dia terduduk di kursi sofa itu. Sofa yang empuk dan nyaman, dengan warna coklat yang lembut, bantalan dengan tebal yang sesuai, dan tempat yang cukup untuk diisi berdua, sungguh menawan. Tapi saat ini hanya ada dia, empuk tak dapat  ia rasakan, nyaman tak bisa ia nikmati. Hanya pedih dan nestapa yang tertinggal.


Baca lebih lanjut

Jumatulis #3 Cepirit – Jamu Mujarab

Basah dan lengket. Terasa mengganggu. Aku khawatir tampak membekas. Harusnya aku tidak memaksakan minum jamu saat perut masih kosong. Tapi memang aku butuh sugesti jamu mujarab itu untuk hadir di acara tv sepenting ini. Jamu yang kata orang-orang tua kampungku bisa bikin orang kelihatan pinter.

“Pak Widoko, Anda kenapa?”

“Pak Wi, Anda tampak pucat. Apa pertanyaan saya terlalu sulit?”

“Ndak apa. Mbak moderator dan mas penanya, ayo lanjutkan dialog kita.”

Baca lebih lanjut

Jumatulis #2 Air Ketuban – Gadis Bisu

Menjelang aku menjadi ibu. Sudah 9 bulan seonggok darah daging ini bersemayam dalam rahimku. Berat aku membawanya, tapi penuh harap juga aku menantinya. Karena aku berharap anak ini akan lahir dengan selamat dan sempurna semua indera tubuhnya. Ada kekhawatiran tentang jabang bayi ini. Aku hanya seorang wanita buruh cuci yang tak punya cukup uang untuk membeli makanan bergizi. Untuk periksa rutin ke puskemas saja sudah payah kemampuanku. Belum lagi dengan kerja kasarku, nyaris terkuras tenaga setiap hari, hanya menyisakan lelah di sisa harinya. Aku khawatir bayiku terlahir tidak sehat, sama sepertiku.


Baca lebih lanjut

Tafakkur: Sebuah Tanya Pada Tuhan

Dalam keheningan malam aku menemukan bening
Yang tak tampak pada siang yang kering

Tuhan, sering kuberlari menjauh darimu
Bertanya ada dimana diriMu
Mencoba mencari jawab dari selainMu

Dan diujung lelahku bertanya
Engkau ada disana
Seakan Engkau telah hadir menunggu
Kembali memelukku dengan Kasih dan SayangMu
Tersenyum, dan berkata: Sesungguhnya Aku dekat.